VOUCHER AMAN DIRI ( VOUCHER ASURANSI KECELAKAAN DIRI )  
 
  • Manfaat/Jaminan Asuransi :

    • Santunan meninggal dunia akibat kecelakaan Rp. 20 juta.
    • Santunan cacat tetap akibat kecelakaan maksimal Rp. 20 juta.
  • Kecelakaan adalah kekerasan yang datangnya dari luar secara tiba-tiba di luar kemauan sendiri yang mengenai badan seseorang, yang menyebabkan luka badan, cacat sementara / cacat tetap dan / atau kemungkinan mengakibatkan kematian.

  • Periode pertanggungan 12 bulan dan mulai berlaku 3 x 24 jam terhitung dari saat voucher berhasil diaktifkan.

  • Jaminan berlaku bagi peserta yang berusia antara 10-70 tahun.

  • Syarat dan ketentuan terperinci atas jaminan asuransi mengacu pada Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI). Silahkan klik http://www.asuransi-harta.co.id/Download2.asp untuk mengunduh Naskah PSAKDI tsb.


 
    CARA MENGAKTIFKAN VOUCHER ASURANSI KECELAKAAN DIRI MELALUI SMS  
     

 

  1. Ketik dengan format :
    REG#KodeVoucher#Nama Lengkap#Tanggal Lahir (Tgl/Bulan/Tahun)#Nomor KTP/SIM
    Contoh :
    REG#ABCDE12345#Rina Rosdiana#21/09/1975# 1234567812345678
  2. Kirim ke 0817 631 1234

  3. Note : Bagi peserta yang belum memiliki nomor identitas diri dapat mencantumkan nomor identitas orang tua.

    KEWAJIBAN TERTANGGUNG DALAM HAL TERJADI SUATU KECELAKAAN  
     

 

Dalam hal terjadi suatu kecelakaan yang dijamin dalam pertanggungan ini, maka :

  1. Tertanggung wajib dengan segera mengambil langkah guna memperoleh pertolongan untuk pengobatan serta perawatan yang diperlukan atas luka yang dideritanya dari dokter.
  2. Tertanggung atau wakil atau keluarganya yang sah wajib memberitahukan kepada Penanggung dalam waktu 3 (lima) hari kalender terhitung sejak terjadinya kecelakaan tersebut. Pemberitahuan dimaksud dilakukan secara tertulis atau secara lisan yang diikuti dengan tertulis kepada Penanggung.
  3. Dalam hal terjadi kematian sebagai akibat kecelakaan, maka Ahli Waris atau keluarga Tertanggung wajib:
    1. Melaporkan kepada Lurah setempat untuk mendapat surat keterangan meninggal dunia.
    2. Meminta surat keterangan pemeriksaan jenazah (Visum et Repertum) dari Dokter atau Rumah Sakit, dan
    3. Memberikan kesempatan kepada Penanggung untuk mengadakan pemeriksaan jenazah sebelum dilaksanakannya pemakaman atau pembakaran jenazah (kremasi).
  4. Jika kewajiban-kewajiban yang tersebut diatas tidak dipenuhi maka segala hak atas santunan atau penggantian menjadi batal.
    DOKUMEN PENDUKUNG KLAIM  
     

 

Jika terjadi kecelakaan yang mungkin akan menimbulkan tuntutan penggantian, Tertanggung wajib menyampaikan dokumen-dokumen pendukung klaim sebagai berikut :

  1. Formulir laporan pengajuan klaim (dapat dilihat/diunduh di http://www.asuransi-harta.co.id/Download2.asp) berikut kronologis kecelakaan yang terjadi.
  2. Polis asli atau fotocopy.
  3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  4. Dalam hal Tertanggung meninggal dunia :
    1. Surat keterangan mengenai hasil pemeriksaan jenazah (Visum et Repertum).
    2. Fotocopy surat keterangan meninggal dunia dari Lurah atau kepolisian setempat.
    3. Surat keterangan para saksi.
  5. Dalam hal Tertanggung hilang :
    1. Surat keterangan tentang kecelakaan dan penghentian pencarian dari pihak yang berwenang.
    2. Surat pernyataan dari ahli waris akan mengembalikan santunan apabila Tertanggung diketemukan kembali dalam keadaan hidup.
  6. Dalam hal Tertanggung mengalami cacat tetap :
    1. Surat keterangan pemeriksaan (Visum) dari Dokter yang melakukan perawatan atau pengobatan.
    2. Surat keterangan para saksi.
  7. Kwitansi asli dari dokter, rumah sakit, laboratorium, apotik, dalam hal Tertangggung menjalani perawatan atau pengobatan. Apabila kwitansi asli digunakan untuk memperoleh penggantian dari asuransi yang bersifat wajib maka Tertanggung harus menyerahkan fotocopy kwitansi yang telah dilegalisir oleh perusahaan asuransi bersifat wajib tersebut.
  8. Dokumen lain yang relevan, wajar dan patut diminta oleh Penanggung sehubungan dengan penyelesaian klaim.